h1

Red Light District

August 1, 2006

RedLight

Amsterdam adalah kota yang terkenal sebagai kota yang amat liberal – selain daya tarik dari kota yang di kelilingi begitu banyak dan kanal (gracht) dengan bangunan bangun rumah rumah khasnya, Amsterdam juga menyediakan hiburan hiburan siang malam. Red light district adalah tujuan wisata wajib yang di kunjungi oleh para turis, areal ini yang diluar kemampuan orang Timur seperti saya untuk menerima kenyataan kalo di dunia ini, banyak hal yang belum pernah saya ketahui hehehe. Red Light District adalah daerah tempat prostitusi di Belanda. He-eh, disinilah tempat prostitusi yang paling terkenal di dunia sejak abad ke 14.

Red Light District terletak di bagian selatan kota Amsterdam – 10 menit jalan kaki dari Amsterdam Central Station – Stasiun Kereta di Amsterdam. Di area ini banyak terdapat teather, toko-toko, sex museum, coffee shop, restaurant, bar, dan sudah tentu jendela-jendela yang terkenal itu (lebih dari 250 jendela) yang di mempertunjukan gadis gadis sexy dengan pakaian dalam yang bisa buat mata laki laki keluar. Window-shopping di red light district di perbolehkan untuk siapa saja.

Nama Red light district sendiri diambil karena pemandangan “indah” dengan mempertontonkan tubuh wanita yang nyaris bugil memperdagangkan dirinya di belakang jendela etalase dengan penerangan lampu berwarna merah. Kita bisa memilih mana yang kita sukai dan transaksi berlangsung di tempat. Suka, ambil dan bungkus deh. Seperti di candy shop – pilihannya juga beragam buat pusing kepala dan memenuhi selera semua orang. Bisa pilih mana yang disuka dari beragam bentuk tubuh, warna kulit, warna rambut dan usia.

Para wanita penghibur ini (hoertjes) di Belanda dilegalkan oleh pemerintah dan dilindungi oleh undang undang. Selain itu juga ada badan khusus yang mengurusi kesehatan mereka (HIV test dan lain sebagainya) dan juga buku panduan wisata khusus dan juga manual untuk siapa saja yang mau memulai bekerja di belakang kaca.

Semua yang berhubungan dengan seks ada disini. Begitu banyaknya sex shops dari yang menjual majalah majalah porno, film porno, sex toys, obat perangsang – viagra, dan semua yang berhubungan dengan seks dalam bentuk beragam jenis, bioskop yang hanya menyajikan film porno, bar dengan sex live show untuk straight person ataupun gay.

Tapi jangan salah loh, di Asia juga ada, red light district yang paling terkenal, yaitu Patpong dan seputar Nana Plaza di Bangkok, Thailand. Tapi tidak seheboh dan se-vulgar di Amsterdam. Di Patpong hanya terdiri dari bar-bar kecil di sepanjang 3 jalan kecil yang penuh dengan bule bule mabok dan wanita wanita malam yang berjoget-joget seperti cacing kepanasan (baca : seksi). Di Patpong terkenal dengan pertunjukan Pus** Show – pertunjukan keampuhan (maaf) kemaluan wanita – biasanya bar bar tersebut ada dilantai dua dan tempatnya bisa di bilang sangat menyedihkan. Mungkin dibawah lampu remang remang tidak keliatan debu setebal 10cm dimana mana. Menemukannya amat tidak susah, karena para calo banyak yang mengejar ngejar untuk menawarkan (memaksa) untuk menonton pertunjukan tsb. No kopel chalge!

Rasa penasaran – sudah sampai Bangkok – masak sih.. one night in Bangkok terlewati begitu saja tanpa menyaksikan pertunjukan Pus** show? Akhirnya dikawal 2 teman pria, kita 5 orang wanita penasaran ini masuk juga ke ruangan seperti diskotek dengan lampu remang remang dengan panggung di tengah dan tiang tiang untuk meliuk liuk seperti bar striptease.

Sewaktu show di mulai – kita sangka kita akan melotot melihat keindahan tubuh para wanita yang menari itu…. ternyata… ooh ternyata, bukannya melotot tapi malah memincingkan mata – bener ga sih yang kita liat ini. Kok ga seksi. Bukan cuman badan mereka yang tidak mereka jaga – tapi juga (maaf) wajahnya seperti udah tidak layak naik panggung hehehehe….mereka pun menari tanpa – ekspresi. Sepertinya itu hanya sebagai pekerjaan yang harus di kerjakan bukan untuk menghibur atau mempertunjukan keseksian mereka. Tapi jangan salah loh,…. ternyata boleh outside tidak menarik – tapi ternyata mereka sakti sakti banget. Ada yang bisa melempar bola pimpong, mengeluarkan silet, membuka botol minuman, merokok, meniup trompet bahkan ada yang menyemburkan anak panah untuk meletuskan balon di kejauhan – tepatnya dia atas kepala salah satu dari kita kita😀 Dan Tuss… meletus lah balon merah,, sekali lagi. Tuss… balon hijau meletus! Pertunjukan selesai, datanglah tagihan kami untuk segelas air sirup – 200 bath… Whaat…??? Jadi ternyata No Kopel Chalge itu boong dong (biasanya satu botol bir di normal bar seharga 75bath)

Bukannya napsu – sepanjang pertunjukan kita malah jatuh kesian dengan mereka. Dan sebagai wanita, tersentuh hati saya – segitunya mereka mencari nafkah!

2 comments

  1. Dari sekian kali kunjungan ke Negeri Gajah Putih ini, hanya satu kali saya melihat pertunjukan akrobatik semacam itu. Itu pun dimaksudkan untuk menambah wawasan bukan untuk menghumbar hawa nafsu. Sempat ada semacam “perang” di batin ketika hendak memutuskan untuk melihat pertunjukan tersebut, tetapi karena waktu itu ada salah seorang wanita asal Indonesia yang juga penasaran maka diputuskanlah untuk saya melihat pertunjukan tersebut.
    Sebenarnya ada banyak tempat yang menyajikan pertunjukan yang sama dan tersebar di seluruh negeri. Hanya mungkin karena Bangkok menjadi pintu gerbang utama negeri ini maka orang banyak berasumsi pertunjukan ini hanya ada di Bangkok.
    Selain di Bangkok pertunjukan ini juga terkenal di Pattaya, sebuah resort pantai terkenal di Thailand (2 jam ke arah selatan dari Bangkok dengan mobil/bus).
    Kasihan…. itu kata yang keluar dari mulut dari setiap orang yang menoton bebarengan dengan saya waktu itu. Malah Ada penari yang kami kira – kira berusia 12 – 14 tahun. Mereka semua menari dalam keadaan bugil. ekspresi muka dingin tanpa senyum sedikit pun sambil melakukan berbagai atraksi yang sepertinya orang lain tidak mampu melakukannya khususnya perempuan, karena mereka mempertunjukan kemampuan dari alat vitalnya untuk melakukan hal – hal yang tampak mustahil. Misalkan saja, membuka botol limun, menyimpan silet berantai, mengeluarkan burung gereja, dan lain sebagainya.
    Buat siapa saja yang sudah membaca tulisan ini dan mendapatkan gambaran yang cukup mengenai show ini, saya sarankan tidak usah pergi menonton secara langsung ketika Anda berada di sana. Kalau penasaran berusaha dulu untuk menghilankan rasa penasaran itu, kalau masih penasaran juga, ya sudah saksikanlah secara langsung tapi cukup sekali….


  2. Knp artikel gw nyasar kesini??? Bingung!!



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: