h1

Coffee Shop, not Starbucks

August 2, 2006

Coffeeshop

Mendengar kata coffee-shop, yang terlintas di kepala adalah – café tempat nongkrong sambil minum kopi (coca cola atau teh tarik juga boleh). Itu di luar Belanda… hehehe. Coffee-shop yang ada di Belanda tidak sama dengan Ola la la café atau Starbucks di Jakarta yang menyediakan berbagai rasa kopi dan makanan. Coffee-shop di Belanda punya daftar menu yang berbeda….

Pertama kali saya ke Amsterdam – saya tidak tahu kalau perbedaan itu ada. Antara coffee-shop biasa dan coffee-shop dalam tanda kutip. Setelah di terangin, “gini looh bedanya…..”, Ooooh baru lah, saya menganguk anguk-an kepala. Tetep bingung, hanya coba pura pura pinter. Kebayang kalau gue pesen kopi dan keluar-keluar bakal berenti nyengir hihihihi.

Di Belanda – Coffee-shop berarti tempat menjual dan menghisap cannabis (ganja) alias nyimeng secara bebas. Di Belanda mengkonsumsi soft drugs masih di legal-kan. Lain dengan hard drugs yang masih tetap di larang. Coffee-shop ini di perbolehkan untuk menyimpan sampai 500 g marijuana dan di-ijinkan untuk di perjual belikan ke konsumen berusia diatas 18 tahun sebanyak 5g per kepala.

Begitu banyak jenis dari Coffee-shop di Belanda. Beberapa tempat amat sangat relax – bersantai sambil mendengarkan musik regee atau musik semacam meditasi, tapi ada juga yang more vivid, dengan dekor ruangan yang rada rada menyeramkan dengan musik ajeb ajeb. Orang orang pengunjung coffee shop ini cenderung orang orang yang tidak pernah buat kerusuhan. Mereka lebih senang dengan suasanya santai dan tenang. Dengerin musik, ngobrol sama teman-teman, ketawa-ketiwi tanpa juntrungan karena asik nyimeng. Asik bener nyimeng-nya. Jarang banget atau bisa di bilang tidak ada coffee-shop yang mendapat ijin untuk menjual minuman bealkohol. Paling banter cuman ada coffee, soft drinks dan makan kecil. Jadi jangan nyari minuman yang memabuk-kan disana.. salah tempat Jo! Menu utama coffee-shop ini adalah ganja dan sejenisnya. Hehehe… seru kan???

Coffee-shop juga tidak boleh memasang iklan seperti “Marijuana for sale”. Kalau kamu tidak melihat dealer’s booth sewaktu memasuki coffee-shop, Tanya ke bartender untuk melihat “menu” mereka. Seperti menu menu di café-café normal. Kamu akan di suguhi oleh daftar dari berbagai macam grasses dan hashes yang tersedia lengkap dengan informasi quality dan harganya (sekitar 5EUR per gram) – – be careful, the local skunk is strong. Kamu bisa selalu menanyakan kepada pelayan disana tentang efek samping-nya dan seberapa strong, drugs tersebut. Kamu juga bisa request untuk bong, rolling papers, atau pun filter-tips kepada mereka. Semua tersedia – kaya toko serba ada yah? Full service😀

Technically, dalam hukum international, ganja di belanda adalah illegal. Tapi untuk small quantity masih bisa di tolerir. Pada praktek-nya, porsi 30 grams masih di ijinkan. Tapi kamu hanya bisa membeli sebanyak 5 gram. Jadi kalau ada razia dan kamu membawa lebih dari 5 gram ganja, harus siap siap deh dengan berbagai alesan yang masuk akal.
just because Amsterdam is a sin city. Never try to take drugs out of the country, penalties are stiff

Tobacco is physically addictive, cannabis may be mentally addictive.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: