h1

Carnaval in Germany

February 26, 2007

 

Cerita karnaval-an

Orang yang berkostum warna-warni dengan berbagai karakter yang di bentuk dari imajinasi mereka, arak-arakan mobil hias, musik karnaval hangar bingar seperti Die karawane Zieht Weiter Dä Sultan Hät Doosch…. dan penjual makanan-minuman dimana-mana…so far sih saya hanya menemukan Bratwurst und Kartoffelsuppe dan bir.

 

Karneval mereka sebutnya di Jerman, di Indonesia, disebut pawai. Mungkin adanya pas perayaan 17-an atau hari kartini. Kalau karnaval disini sebernarnya berawal dari lebih ke tradisi Katolik, ceritanya sih selama 40 hari menjelang paskah merupakan masa puasa. Tidak seperti puasa orang-orang muslim, mereka hanya berpuasa pada hari jumat tidak makan daging, ada pula yang tidak merokok, pantang minum beralkohol dan lain sebagainya tergantung dari kepercayaan mereka masing-masing deh. Nah karena itu lah, saat-saat karnaval, saat dimana banyak orang untuk melakukan hal-hal yang biasanya tidak boleh dilakukan – tergantung juga sih dari sifat dan karakter manusianya itu sendiri.  

Sekarang ini tujuan karnaval lebih untuk masa-masa kebersamaan, dengan keluarga dan teman-teman. Saatnya mereka untuk tampil kompak, lucu, dan kocak.  Mereka pun bebas untuk menentukan pakai kostum apapun. Asal tidak nyaman dan hangat karena biasanya karnaval diadakan menjelang musim semi dan udara masih cukup dingin. Hehehe beda banget sama karnaval di Brasil, karena disana udah pasti pada pake bikini atau tidak pakai apa apa.  

Misalnya ada satu keluarga ; ayah – ibu – anak – bayi, berkostum kangguru atau juga tawon madu yang kiyut banget.  Kostum yang disukai oleh kebanyakan anak-anak dibawah 5 tahun adalah kostum-kostum binatang seperti anjing, dan macan dan yang lebih besar lebih senang memakai baju peri cantik atau bajak laut. Saya sempat takjub karena ada satu keluarga bajak laut yang bapaknya berdandan persis seperti Johny depp di Pirates of the carribien dan anaknya dengan kostum bajak laut kecil yang menggemaskan… hhihihi gemez ma bapaknya atau anaknya hayooooo ….. !!!

  Kita sempat juga bercengrama sebentar dengan seorang dokter lokal yang memakai kostum penari ballerina yang cantik dengan pipa tembakau cangklong yang selalu cantel di bibir hahaha lucu banget. Setiap tahun dia selalu berganti-ganti kostum. Tahun kemarin dia menjadi Kaisar Cina. Ada ada ajah idenya. Pokoknya gayanya abis-abisan deh. Dan berusaha untuk berbeda dari yang lainnya. 

Untuk orang
asia seperti saya, berpartisipasi untuk acara karnaval bukan suatu hal yang spontan. Disini orang lebih gampang untuk having fun dan bergembira. Dibuktikan bukan cuman anak-anak kecil atau orang-orang muda yang berpartisipasi tapi juga kakek nenek tidak mau ketinggalan dengan kostum mereka. Kebayang Mama Papa pakai kostum Elvis atau badut gendut… enggak mungkin lah yah?????
 

 

Di jerman, pusat karnaval terpusat di kota Köln (Cologne) dan dirayakan oleh kota-kota sekitar Sungai Rhine seperti: Mainz, Aachen, Bonn,  Dusseldorf dan Cologne. Mulai hari kamis, kota-kota sudah di penuhi oleh orang-orang yang berkostum. Pegawai-pegawai di supermarket, Supir bis, tua, muda semua memakai kostum yang menarik dan lucu. Puncak perayaan adalah pada hari senin (Rosenmontag – atau Senin Mawar) . Weiberfastnacht yaitu malam karnaval untuk para wanita. Hari Kamis sebelum Rosenmontag, dimana tradisi di jerman. Para wanita-wanita ini di perbolehkan untuk memotong dasi setiap laki-laki yang dapat mereka jangkau dan mencium laki-laki tersebut. Weiberfastnacht merupakan tanda hari di mulainya karnaval. Hahahaha every girls favorite J 

Sebelum puncak karnaval (Rosenmontag) di Cologne, hari-hari sebelumnya karnaval dirayakan di kota-kota diluar kota
Cologne. Saya nonton karvanal di desa
Solingen. Yang di hadiri oleh 15.000 orang saja. Disana penduduk berpesta 2 malam suntuk. Satu kota mabuk….. seru banget. Setiap sudut jalan penuh botol bir dan anak-anak muda yang mabuk, restaurant-restaurant riuh dengan musik karnaval. Malah seorang teman ada yang cuman minum bir aja selama 4 hari itu.  Malam pertama kita sampai hotel pukul 4 pagi dan hari kedua saya cukup sampai jam 1 malam karena besok paginya harus mengejar kereta ke Amsterdam, dan too bad tidak bisa ikutan pesta di Cologne. Kalau pun di bela-belain ikut pesta. Persediaan kostum sudah habis🙂 Hari pertama kita ke sebuah disko dan saya memakai kostum black angel – lengkap dengan sayap hitamnya. Dan hari kedua saya memakai kostum school girl yang di setrap karena nakal sekali. Hahahaha…
 

 

Parade yang di ikutin oleh anak2 dan orang dewasa dengan kostum-kostum mereka dan dengan mobil-mobil hias mereka memenuhi kota. Seluruh kota bergembira, seluruh kota bernyanyi, bergembira, bersedan gurau dan setiap kendaraan parade dan peserta parade melempar berbagai jenis permen, popcorn dan juga bir gratis. The city is turned upside down… Very nice.

  

Menurut berita, karnaval tahun ini di Koln dipenuhi orang 2 juta orang dari berbagai daerah di jerman dan luar jerman.  

Di Belanda, gaung karnaval lebih di rayakan di daerah selatan (Propinsi Brabant dan Limburg). Tema karnaval setiap tahunnya berubah-rubah, namun yang pasti selalu dengan kostum yang meriah, lucu dan pesta semarak di seluruh pelosok kota. 

Tahun depan lagi.. wah harus siap-siap kostum apa yang bagus buat karnavalan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: